Renungan Warta – 26 Juli 2020

Kelegaan Dalam Tuhan

Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
(Matius 11: 28-29)

Setiap manusia memikul beban kehidupan: beban tersebut dapat berupa beban fisik maupun beban pikiran. Dan dua-duanya membuat kita menjadi letih lesu dan merasa tertekan beratnya beban tersebut. Kepada kita, Tuhan Yesus memanggil dan menawarkan kelegaan yang sejati.

Yang menarik adalah Tuhan justru menawarkan kepada kita suatu kuk! Dengan kata lain, Tuhan justru mau menggantikan beban kita dengan beban yang dari Dia! Kuk adalah sebuah palang yang dikenakan pada seekor hewan, agar dengan kuk tersebut ia dapat menarik gerobak, bajak, ataupun benda lainnya. Artinya, Tuhan mau memberikan beban yang tepat kepada kita, agar kita dapat memenuhi peran dan tujuan yang Ia rancangkan.

“Dan belajarlah pada-Ku”: Tuhan Yesus mengajak kita untuk belajar dari sikap-Nya dalam menanggung beban, yaitu dalam kelemah-lembutan dan kerendahan hati. Dalam bahasa Yunani-nya, kata lemah-lembut disini diartikan dengan kata “jinak”. Maksudnya adalah tidak berontak. Sementara kata rendah hati dalam bahasa Yunani-nya dapat diartikan dengan kata “ikhlas”. Bersediakah kita menjalani kehidupan memikul kuk yang Tuhan kenakan kepada kita, dengan tidak berontak dan ikhlas?

Seperti seorang personal trainer (PT) yang handal, akan tahu memberikan beban yang tepat sesuai dengan kesanggupan dan sesuai dengan otot yang ingin dibentuk. Demikian juga dengan Tuhan: Percayalah, bahwa setiap beban yang Tuhan berikan dalam hidup ini, berfungsi untuk melatih otot-otot rohani kita agar kita menjadi semakin mampu menjalani peran dan tujuan yang Tuhan rancangkan untuk damai sejahtera kita.

Tuhan memberkati, Amin!