Renungan Warta – 2 Agustus 2020

Intisari Hukum Tuhan

“Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”
(Matius 22: 37-40)

Di dalam Alkitab kita menemukan begitu banyak ayat Firman Tuhan yang menjadi hukum bagi kehidupan kita. Namun bagaimanakah kita bisa mengingat, apalagi menjalani peraturan yang sedemikian banyak? Belum lagi kalau kita salah memahami dan terjebak dalam sikap legalistik seperti yang dilakukan oleh orang Farisi pada jaman Tuhan Yesus.

Melalui hukum kasih disini, Tuhan Yesus sedang mengajarkan kepada kita bahwa intisari dari segala peraturan Tuhan adalah tentang kasih. Bagaimana kita bisa menyatakan hidup yang mengasihi Allah, dan sekaligus juga mengasihi sesama manusia. Itulah yang menjadi prinsip utama, yang mendasari seluruh aturan hukum dari Tuhan kepada umat-Nya. Apabila kita melihat Sepuluh Hukum Tuhan (Keluaran 20:2-17), maka kita akan melihat dua aspek utama ini tercakup di dalamnya. Intisari dari Taurat adalah mengasihi Tuhan Allah, dan mengasihi sesama manusia! Inilah prinsip utama dari segala aturan kehidupan orang beriman.

Oleh karena itu, ketimbang terjebak dalam polemik mengenai detil-detil aturan hukum. Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita untuk memahami jiwa dari hukum tersebut. Sehingga, yang perlu kita renungkan ketika menjalani kehidupan sebagai pengikut Kristus adalah: Apakah yang kulakukan ini mencerminkan kasih kita kepada Tuhan dan kepada sesama? Keduanya adalah aspek yang harus berjalan selaras. Maksudnya adalah, ungkapan kasih kita kepada Tuhan tidak boleh mengabaikan kasih kita kepada sesama. Dan sebaliknya, kita tidak bisa menyatakan kasih kepada sesama, namun mengabaikan kasih kita kepada Tuhan.

Inilah intisari hukum Tuhan dalam kehidupan kita. Biarlah kita semakin berhikmat dalam memahami jiwa dari hukum Tuhan untuk kita jalankan. Tuhan memberkati. Amin.