Kategori
Renungan

Renungan Warta – 4 April 2021


 

Kebangkitan-Nya Memulihkan

“Tetapi karena kasih karunia Allahaku adalah sebagaimana aku ada sekarang,dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia.”

(1 Korintus 15: 10a)


Selamat Paskah!

Jemaat yang Tuhan Yesus kasihi, dalam suratnya, rasul Paulus mengakui seluruh keberadaan dirinya sebagai dampak dari kasih karunia Allah. Dirinya yang dahulu adalah seorang penganiaya pengikut Kristus, namun kini berubah menjadi seorang rasul bagi Kristus. Bagaimana mungkin? Ia yang tadinya telah melakukan kejahatan besar, sekarang justru dipercaya dan dipanggil menjadi pewarta Injil!

Di dalam 1 Korintus 15 inilah kita menemukan sebuah rangkuman teologi kebangkitan. Apabila dalam Jumat Agung, Tuhan Yesus telah mati untuk menebus dosa-dosa kita. Maka Paskah merupakan momen ketika Tuhan Yesus bangkit dari kematian. Ini sebenarnya merupakan sebuah rangkaian yang tidak terputus. Bahwa kematian dari dosa, diteruskan dengan kebangkitan kembali akan sebuah hidup yang baru. Seperti itu juga yang dialami oleh Paulus. Dirinya yang dahulu penuh dosa telah mati. Namun kita tidak sekedar berhenti pada penebusan dosa. Karya keselamatan tidak berakhir dengan pengorbanan di salib, melainkan dilanjutkan dengan karya nyata kehidupan yang baru. Inilah yang Paulus maksud ketika mengatakan “kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia.”

Kristus yang bangkit, membawa kita juga untuk bangkit dalam kehidupan ini. Ketika kita menyadari besarnya kasih karunia yang Ia berikan melalui kematian dan kebangkitan-Nya, maka kita tidak akan menyia-nyiakan anugerah-Nya. Selamat menghayati Paskah. Tuhan Yesus yang bangkit meneguhkan hati kita, AMIN!