Kategori
Renungan

Renungan Warta – 13 Juni 2021


 

We Are The Church

“Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan.
Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.”

(Kisah Para Rasul 2: 41-47)


Dalam The Belgic Confession (1561) yang menjadi salah satu dokumen penting bagi gereja-gereja reformasi, dikatakan bahwa tanda dari sebuah gereja yang sejati adalah: Persekutuan dimana 1) Firman Tuhan diberitakan, 2) Sakramen dilayankan, dan 3) Disiplin dijalankan. Dan melalui Kisah Rasul 2: 41-47 kita menemukan tanda-tanda tersebut tampak jelas di dalam kehidupan jemaat perdana di Yerusalem.

Di usia gereja kita yang telah dua dekade ini, kiranya kita juga memiliki karakter seperti yang ditampakkan oleh jemaat mula-mula tersebut, yaitu:

  • Menjadi jemaat yang bertekun dalam pengajaran Firman Tuhan, Kita membutuhkan tuntunan Firman, itulah makanan rohani yang Tuhan sediakan bagi kita anak-anak-Nya.
  • Memelihara persekutuan. Ada sebuah ikatan yang mempersatukan kita sebagai sesama orang percaya, dan ikatan itu perlu terus dipelihara. Betapa mudahnya untuk berpecah dan memisahkan diri. Namun doa Tuhan Yesus adalah agar para murid-Nya menjadi satu, di dalam persekutuan (koinonia).
  • Tekun berdoa. Kita menyadari bahwa sumber kekuatan kita bukanlah dari materi, kepandaian, jumlah orang dan sumberdaya yang kita miliki. Lebih dari itu, sumber kekuatan kita terletak pada pengharapan kepada Tuhan di dalam doa-doa kita kepada-Nya.
  • Sukacita & Tulus hati. Hidup bersekutu membawa sukacita dan dijalani dengan tulus. Tentu akan ada suka-duka dalam perjalanan hidup bersama. Namun melampaui semua itu, ada sukacita. Oleh karena itu, apabila bergereja dijalani dengan cemberut, jengkel, marah, geram … cobalah refleksikan kembali, apa yang perlu kita perbaiki, agar ada sukacita yang sejati.

Kiranya ini menjadi doa kita bersama bagi kehidupan GKI Perth yang kita cintai. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.