Kategori
Renungan

Renungan Warta – Berbahagialah Orang Yang Percaya!


Mereka berkata seorang kepada yang lain: “Siapa yang akan menggulingkan batu itu bagi kita dari pintu kubur?” Tetapi ketika mereka melihat dari dekat, tampaklah, batu yang memang sangat besar itu sudah terguling.
(Markus 16:3-4)


Dalam kisah Paskah, ada sebuah detil kecil yang sangat menarik yang sering luput dari perhatian kita. Catatan peristiwa ini kita temukan di dalam injil Markus, yang merekam percakapan antara para perempuan yang datang ke kubur pada pagi-pagi benar. Kewajiban Sabat membuat para perempuan baru bisa keluar untuk berbelanja kebutuhan mereka pada Sabtu petang, sehingga hari akan mulai gelap apabila mereka pergi ke kubur dan meminyaki Yesus. Itulah sebabnya mereka baru bisa melakukannya di Minggu pagi.

Yang menarik adalah mereka sudah di tengah perjalanan, baru mulai menanyakan “siapa yang akan menggulingkan batu besar” itu. Batu penutup kubur itu adalah halangan yang real, sesuatu yang akan mempersulit niatan mereka. Namun mereka baru mempertanyakannya belakangan. Apa artinya ini? Kita jangan menganggap ini sebagai pembenaran untuk menyepelekan hambatan/halangan. Tetapi pandanglah ini sebagai gambaran hati yang percaya akan sebuah tujuan baik, cenderung untuk berani melangkah dan menghadapi tantangan seiring perjalanan. Mereka percaya, that’s the right thing to do! Maka mereka jalani. Bandingkan dengan betapa seringnya kecenderungan manusia, untuk langsung memikirkan tantangan, atau “belum apa-apa udah mikir susahnya duluan”. Akhirnya mereka tidak melakukan apa-apa.

Disini kita belajar dari kepercayaan para perempuan, yang membuat mereka menjadi saksi-saksi perdana kebangkitan Kristus. Keyakinan kita, kiranya mampu membuat kita melangkahkan kaki ke arah Kristus walau di tengah berbagai tantangan yang siap menghadang. Namun percayalah, Ia akan membuktikan Firman-Nya bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya. Berbahagialah kita yang percaya! Tuhan Yesus memberkati. Amin.