Kategori
Renungan

Pengakuan Iman Rasuli


“Peganglah segala sesuatu yang telah engkau dengar dari padaku sebagai contoh ajaran yang sehat dan lakukanlah itu dalam iman dan kasih dalam Kristus Yesus.”


(2 Timotius 1: 13)


Pernahkah anda bertanya mengapa sebagai gereja, kita terus-menerus mengikrarkan Pengakuan Iman Rasuli (PIR) dalam kebaktian Minggu? Barangkali ada yang menganggap ini menjadi suatu rutinitas atau bahkan formalitas yang membosankan. Tetapi sadarkah kita bahwa PIR merupakan sebuah “contoh ajaran sehat”, yang menjadi rangkuman ‘singkat padat jelas’ tentang kekristenan. Dan beberapa manfaat dari mengikrarkan PIR adalah:

Pertama, PIR menjadi sebuah definisi identitas kita sebagai bagian dari gereja universal. Ketika kita masuk ke sebuah gereja, dan menemukan PIR disana, kita menjadi tahu bahwa pada pokoknya, kita meyakini hal yang sama. Tentu ada perbedaan-perbedaan khas antar masing-masing denominasi gereja, namun melalui PIR kita dipersatukan. PIR adalah rumusan pengakuan iman yang paling umum diterima dan digunakan oleh gereja-gereja di dunia.

Kedua, PIR menolong kita untuk mempertahankan diri dari ajaran sesat/palsu. Ketika ada orang datang dan berusaha mengajarkan suatu ajaran tentang Tuhan, maka anda dapat bandingkan apa yang mereka sampaikan tentang Tuhan dengan rumusan PIR. Apabila mereka tidak mengakui kebenaran isi PIR, maka dengan tegas kita dapat memastikan mereka bukanlah menyampaikan kekristenan.

Ketiga, PIR menolong kita untuk mewartakan iman Kristen. Apabila ada teman yang bertanya kepada anda, “sebenarnya apa sih yang kamu percayai sebagai orang Kristen?” Maka dengan mengikrarkan PIR anda sedang menjawab pertanyaan tersebut. Itulah rangkuman sederhana tentang inti apa yang kita percayai sebagai orang Kristen.

Semoga kita semakin mampu mengapresiasi kehadiran Pengakuan Iman Rasuli dalam ibadah Minggu kita, dan semakin mantap dalam mengikrarkannya. Tuhan Yesus memberkati. Amin.