Kategori
Renungan

Yang Tepat Dari Tuhan


Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah, tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah.

(1 Petrus 3: 3-4)


Ada masa dalam kehidupan kita menantikan “yang tepat” itu datang. Bisa jadi itu adalah pasangan, pekerjaan, menantu, atau kesempatan yang tepat. Ribka pun demikian, sebagai seorang gadis, tentu adalah impiannya untuk menemukan “mister right” untuk mendampingi dirinya. Namun sore hari itu, kala Ribka dalam perjalanan rutinnya untuk mengambil air bagi kebutuhan rumahnya, ia bertemu dengan seorang pria di tepian sumur. Pengembara dari jauh itu menghampiri dirinya, dan meminta jika boleh diberi minum. Melihat bahwa orang ini membawa banyak unta, maka Ribka pun berinisiatif untuk memberi minum hewan-hewan itu sampai puas.

Ribka tidak menyadari bahwa orang itu adalah utusan dari Abraham, yang sedang ditugaskan untuk menemukan pasangan bagi Ishak. Ribka juga tidak tahu, bahwa orang itu baru saja berdoa memohon petunjuk kepada Tuhan: Ia hanya akan meminta minum bagi dirinya, namun orang yang bersedia memberikan minum bukan hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi unta-untanya, maka itulah orang yang Tuhan pilihkan bagi Ishak. Ternyata, permintaan air itu adalah sebuah tes, untuk menunjukkan karakter dan kebaikan hati yang sesungguhnya, dan Ribka lulus dari tes itu. Kecantikan Ribka mudah untuk dilihat dengan kasat mata, namun kecantikan manusia batiniah membutuhkan proses dan melalui ujian agar kita dapat mengenalnya.

Ribka tidak menyadari bahwa itu adalah ujian. Yang ia tahu adalah, itulah jatidirinya sebagai orang yang berusaha menolong sesama yang kesusahan. Kebaikannya bukanlah basa-basi, atau kepura-puraan yang dipertunjukkan untuk memikat hati orang. Ia fokus untuk menjadi orang yang baik, dan Tuhan memberikan yang terbaik bagi Ribka. Dalam berbagai penantian kehidupan ini, kiranya kita senantiasa percaya pada janji Tuhan, fokus untuk menjalani bagian kita dengan sebaik-baiknya, dan sabar menantikan Tuhan menggenapi pada waktu-Nya yang tepat. Tuhan memberkati. Amin.