Kategori
Renungan

Saling Menguatkan


“Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu!
Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.”

(Galatia 6: 2)


Apakah yang paling kita cari dalam hidup berkeluarga? Pada masa muda, kecantikan dan ketampanan fisik barangkali menjadi suatu ukuran yang ingin kita kejar. Kita merasa bahagia dan bangga ketika yang baik dan bagus itu menjadi pasangan kita. Namun pada akhirnya, kita akan menyadari bahwa yang kita paling butuhkan dari satu sama lain, adalah emotional support. Saling menolong, saling melengkapi, saling mendukung di dalam terang Firman Tuhan sebagai satu keluarga merupakan sumber damai sejahtera dan sukacita.

Kita hidup di tengah dunia dimana manusia seringkali menjadi serigala bagi sesamanya. Alih-alih menjadi penolong, orang cenderung menerkam dan memangsa orang lain. Inilah yang kita lihat dari berita-berita ekonomi, politik, dan kriminal di berbagai media. Manusia saling meng-eliminasi satu sama lain. Atau sekedar memperlakukan orang lain sebagai “komoditi” atau “objek” yang dibutuhkan selama bisa membawa keuntungan bagi dirinya. Sebagai pengikut Kristus, Tuhan Yesus mengajarkan sebuah standar yang berbeda daripada standar dunia. Ia meminta kita untuk mengasihi sesama seperti mengasihi diri sendiri. Jadi bukannya memangsa, melainkan menguatkan. Dengan itulah kehadiran kita dapat menjadi garam dan terang yang memberkati dunia.

Dan keluarga adalah tempat penyemaian (nursery) dimana kita boleh bertumbuh dalam suasana yang saling menguatkan satu sama lain. Dalam relasi suami-isteri, atau orangtua dengan anak, ada banyak pelajaran yang bisa kita ambil untuk memperbaiki ini. Salah satu contohnya adalah dalam menyikapi kesalahan/kekurangan: bukankah lebih mudah untuk menyalahkan dan memarahi? Namun apakah tindakan seperti itu memberi penguatan yang dapat menuntun mereka menjadi lebih baik? Atau malah menambah-nambah beban bagi mereka yang bergumul? Ini adalah salah satu contoh sederhana, yang dapat kita tingkatkan dalam relasi kekeluargaan. Mari kita belajar saling menguatkan dalam kasih Kristus. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.