Renungan Warta – 8 November 2020

Jalan Panjang Pemulihan

Dimampukan Hadapi Tantangan

“Mereka semua mengadakan persepakatan bersama untuk memerangi Yerusalem dan mengadakan kekacauan di sana. Tetapi kami berdoa kepada Allah kami, dan mengadakan penjagaan terhadap mereka siang dan malam karena sikap mereka.”
(Nehemia 4: 8-9)

Usaha Nehemia awalnya berjalan sangat mulus: doanya dikabulkan oleh Tuhan, dan raja Persia memberikan ijin dan dukungan penuh, kayu bahan bangunan diberikan, segala prosedur administrasi dimudahkan, dan Nehemia tiba dengan selamat sampai di Yerusalem. Sesampainya disana, Nehemia pun mendapat dukungan penuh dari warga Yerusalem yang giat mengerjakan pembangunan tersebut bersama-sama.

Kini, ketika pekerjaan itu sudah berlangsung setengah jalan, muncullah permasalahan bertubi-tubi. Dalam Neh 4, kita lihat ancaman dan hinaan dari Sanbalat dan Tobia. Mereka adalah orang-orang besar, yang punya ikatan kuat dengan keluarga-keluarga penting di masyarakat Israel. Tetapi mereka tidak senang bahwa ada orang yang mengerjakan pemulihan bagi Yerusalem. Ancaman dari luar dapat membuat kita goyah. Tetapi tujuan utama Tuhan bukanlah membangun tembok, melainkan membangun iman umat-Nya. Dan kita melihat bagaimana sikap umat menghadapi tantangan tersebut, justru membuat mereka bersandar dalam doa. Semakin besar permasalahan, maka seharusnya semakin besar pula kita harus bersandar pada pertolongan Tuhan.

Permasalahan juga datang dari dalam. Orang Israel yang mulai merasa kelelahan, dan praktek meminjamkan uang dengan riba yang membuat banyak diantara mereka terjerat hutang. Membuat motivasi mereka menjadi turun. Nehemia menegur kesalahan mereka. Problem dari dalam, menjadi kesempatan bagi kita untuk melihat dan merubah kesalahan yang ada pada diri kita.

Kesulitan dan tantangan akan selalu ada dalam kehidupan ini. Namun ketika kita mampu menjadikannya sebagai kesempatan untuk semakin bersandar kepada Tuhan, dan memulai perubahan yang lebih baik dari diri kita, maka kita akan dimampukan untuk melalui semua kendala itu. Tuhan memberkati. Amin.