Categories
Renungan

Renungan Warta – 8 Agustus 2021


 

Perubahan Besar

“Tetapi firman Tuhan kepadanya:
Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel.”

(Kisah Para Rasul 9: 15)


Dalam Kisah Rasul 9 kita melihat perubahan yang luar biasa dalam diri Saulus, yang setelah pertobatannya namanya diubah menjadi Paulus. Ia yang sebelumnya penganiaya orang Kristen, kini secara pribadi Tuhan panggil menjadi pengikut Kristus. Disini sebenarnya kita menemukan jawaban terhadap sebuah pertanyaan yang banyak diajukan orang: Mengapa terkadang orang jahat tidak langsung Tuhan hukum?

Bayangkan apa yang ada di benak pikiran orang yang pernah menjadi korban kejahatan Paulus. Barangkali ada yang merasa ini tidak adil, mengapa ia tidak dihukum seberat-beratnya? Rasanya pantas kalau Paulus diganjar hukuman mati karena kejahatannya. Namun ternyata Tuhan punya rencana lain. Ia ingin memakai Paulus menjadi alat-Nya memberitakan injil. Terkadang kita menginginkan pembalasan, tetapi Tuhan punya cara yang lebih sempurna. Dan benar, dari 27 kitab dalam Alkitab Perjanjian Baru, 13 di antaranya ditulis oleh rasul Paulus! Manakah yang lebih mengerjakan kehendak Allah, apabila Paulus dihukum karena kesalahannya, atau ketika ia diubahkan menjadi alat-Nya?

Seperti Ananias, yang kaget melihat perubahan ini, kita pun diajar untuk menyadari bahwa orang yang paling kejam sekalipun, bisa Tuhan ubahkan untuk Ia pakai menjadi hamba-Nya. Tidak pernah ada kata terlambat untuk berubah dan menjadi alat ditangan-Nya. Tuhan memberkati. Amin.