Kategori
Renungan

Renungan Warta – 7 Februari 2021


Yunus (4)

Pertobatan Yunus

“Bagaimana tidak Aku akan sayang kepada Niniwe, kota yang besar itu, yang berpenduduk lebih dari seratus dua puluh ribu orang, yang semuanya tak tahu membedakan tangan kanan dari tangan kiri, dengan ternaknya yang banyak?”

(Yunus 4: 11)


Apa reaksi anda, apabila di sorga nanti, anda justru bertemu dengan orang-orang yang anda anggap berdosa? Kecewa? Marah? Tidak terima? Seperti demikianlah konflik batin yang dialami Yunus ketika ia melihat orang-orang Niniwe akhirnya diselamatkan oleh Tuhan. Dalam Yunus 4, akhirnya ia mengakui alasan mengapa ia lari dari panggilan Tuhan. Karena ia tidak mau melihat umat Niniwe bertobat dan akhirnya diampuni oleh Tuhan!

Yunus harus menyadari, ia pun orang berdosa. Ia lari dari panggilan Tuhan, ia masuk ke dalam perut ikan besar. Namun Tuhan mengampuni Yunus dari dosanya, dan memulihkan kehidupan Yunus. Mengapa Yunus tidak bisa menerima ketika Tuhan juga berkenan mengampuni bangsa lain? Inilah pesan utama dari kitab Yunus. Mengingatkan umat Israel agar tidak menjadi sombong rohani, dan menyadarkan bahwa kasih Allah terbuka untuk semua orang. Dalam Yehezkiel 33:11, Tuhan berfirman: “Aku tidak berkenan kepada kematian orang fasik, melainkan Aku berkenan kepada pertobatan orang fasik itu dari kelakuannya supaya ia hidup.”

Pada akhirnya Yunus menyadari bahwa kasih Allah lebih besar daripada batasan-batasan yang seringkali manusia buat. Dan ini juga panggilan kita, untuk memancarkan kasih Allah yang besar itu kepada dunia. Tuhan memberkati. Amin.