Kategori
Renungan

Renungan Warta – 31 Januari 2021


Yunus (3)

Pertobatan Niniwe

Orang Niniwe percaya kepada Allah, lalu mereka mengumumkan puasa dan mereka, baik orang dewasa maupun anak-anak, mengenakan kain kabung.”

(Yunus 3)


Ketika akhirnya Yunus pergi ke Niniwe, ia hanya berseru “empat puluh hari lagi, maka Niniwe akan ditunggangbalikkan.” Namun berita kehancuran tersebut ternyata cukup untuk membuat orang Niniwe berbalik. Bahkan raja Niniwe membuat perintah pertobatan dan penyesalan total bagi seluruh warga kota. Inilah definisi pertobatan (metanoia), yaitu ketika seseorang berbalik dari jalan yang salah, dan kembali kepada Allah.

Tetapi dari pertobatan Niniwe, kita belajar bahwa semua itu bukan tergantung pada orang luar. Bukan karena hebatnya pelayanan Yunus yang menyebabkan orang Niniwe bertobat. Dibutuhkan kesediaan untuk mau dengar teguran Tuhan, dan mengambil langkah tegas mengubah kehidupan. Niniwe yang di awal diceritakan sebagai kota yang sangat jahat di mata Allah, ternyata bisa berubah dan merasakan keselamatan dari Tuhan.

Bagaimana dengan kita? Tidak pernah ada kata terlambat untuk sebuah perubahan yang nyata di dalam kehidupan kita. Biarlah pertobatan yang sejati lahir di dalam kehidupan kita. Tuhan memberkati. Amin.