Kategori
Renungan

Renungan Warta – 3 Oktober 2021


 

Duka Perpisahan

“Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.”

(Roma 8: 38-39)


Tidak ada satupun yang dapat memisahkan kita dari kasih Allah! Inilah penghiburan terbesar kita sebagai orang percaya. Baik hidup maupun mati, kita semua tetap berada di dalam naungan kasih Bapa. Kedukaan adalah salah satu emosi yang paling kuat dialami oleh manusia. Pada satu titik dalam kehidupan, kita akan mengalami duka perpisahan, atau kesedihan hebat akibat kehilangan orang yang kita kasihi.

Wahyu 21: 4, Firman Tuhan mengingatkan kita pada janji-Nya. Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.” Akan tiba waktunya, semua kedukaan itu akan sungguh dihapus oleh Tuhan. Ketika kita semua berada bersama dalam rumah Bapa.

Ada begitu banyak penghiburan dalam Firman Tuhan bagi orang percaya, yang mengingatkan kepada kita bahwa kematian bukanlah titik akhir hidup ini. Ketika kita mengalami kedukaan hebat, tentu ada perasaan kaget, tidak terima, luka, bahkan merasa jatuh ke titik terendah. Namun dalam pengharapan iman kepada-Nya, kita perlu bangkit kembali karena itu semua bukanlah akhir. Itulah sebabnya kita dengan penuh pengharapan dapat bernyanyi, “sampai bertemu, bertemu … Tuhan Allah beserta kita.” Amin.