Kategori
Renungan

Renungan Warta – 24 Januari 2021


Yunus (2)

Titik Nadir

“Ketika jiwaku letih lesu di dalam aku, teringatlah aku kepada TUHAN,
dan sampailah doaku kepada-Mu, ke dalam bait-Mu yang kudus.”

(Yunus 2: 7)


Titik nadir adalah sebuah ungkapan yang menggambarkan titik terendah dalam kehidupan manusia. Dan Yunus, sepertinya berada dalam titik tersebut. Rencananya untuk melarikan diri dari panggilan Tuhan terbongkar, ia dibuang oleh para awak kapal, dan akhirnya ditelan oleh ikan besar. Bagi banyak orang, inilah titik keputus-asaan, akhir dari segala harapan.

Namun berdoalah Yunus kepada Tuhan dari dalam perut ikan itu: “Dalam kesusahanku aku berseru kepada TUHAN, dan Ia menjawab aku, dari tengah-tengah dunia orang mati aku berteriak, dan Kaudengarkan suaraku.” Dalam doa ini ada sebuah pengharapan yang tidak pernah hilang, yaitu sebuah keyakinan bahwa Tuhan mendengar doa-doa kita. Terlebih di saat-saat keterpurukan yang hebat. Titik nadir, di titik terendah kehidupan, justru menjadi titik paling indah bagi setiap orang percaya untuk berlutut dan berdoa kepada Tuhan yang Maha Tinggi.

Seperti pengalaman Yunus, marilah kita sebagai orang percaya, menjadikan momen terburuk, titik terendah kehidupan, justru menjadi sebuah titik doa. Karena di dalam doa, Bapa mendengar dan menjawab pergumulan kita. Tuhan Yesus memberkati, selamat berdoa.