Renungan Warta – 20 Desember 2020


Minggu Advent 3

Siapakah aku ini Tuhan sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?

(Lukas 1: 43)


Alangkah istimewanya Maria dan Elizabeth, mereka diberi hak istimewa untuk menjadi ibu bagi dua tokoh besar dalam sejarah manusia. Sejak awal pun, malaikat Gabriel khusus datang untuk memberikan kabar tentang kedua kehamilan ini. Tidak terbayangkan, betapa membanggakan dan berbesar hati apabila kita berada dalam posisi istimewa seperti itu. Merasa istimewa, terpilih, dan bangga! Bahkan, terkadang kita menjadi sombong dan merasa hebat.

Namun dalam diri Maria dan Elizabeth kita justru melihat sikap yang sangat sederhana dan rendah hati. Sama sekali tidak tampak kesombongan, atau merasa hebat, padahal mereka mendapat peran yang begitu luar biasa. Mengapa? Karena mereka menyadari, semua ini terjadi bukanlah karena pencapaian mereka. Mereka sadar, mereka tidak layak, namun menerima anugerah dari Tuhan. Jadi bukanlah rasa bangga, melainkan hanyalah ungkapan syukur yang begitu besar akibat kebaikan Tuhan yang mereka rasakan.

Seringkali persiapan kita dalam menyambut Natal, tanpa sadar diwarnai dengan semangat persaingan yang tidak sehat. Kita ingin pohon Natal yang lebih tinggi daripada pohon tetangga kita, hadiah yang lebih bagus daripada yang diterima teman-teman kita, liburan yang lebih “Wah” daripada yang lainnya. Tetapi lewat kerendahan hati Maria dan Elizabeth, kita mau belajar untuk membuang semangat “tidak mau kalah” itu, dan menggantinya dengan rasa bersyukur dan kerendahan hati dalam menyambut Kristus yang datang. Selamat menyambut Natal, Tuhan memberkati. Amin.