Categories
Renungan

Renungan Warta – 17 Oktober 2021


 

Bekerja dan Berpengharapan

“Maka janganlah kaukatakan dalam hatimu: Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini. Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, …”

(Ulangan 8: 17-18)


Hidup beriman adalah sebuah keseimbangan antara upaya manusia dengan pengharapan akan pertolongan Allah. Di satu sisi kita bekerja, melakukan yang terbaik sesuai dengan kemampuan kita. Namun di sisi lain kita menyadari bahwa kekuatan kita yang terbatas ini membutuhkan intervensi dan pertolongan dari Tuhan. Ketika kita tidak menyadari pentingnya menjaga keseimbangan dari dua hal ini, maka dengan mudah kita terjatuh pada ekstrim yang salah.

Ekstrim yang satu adalah pandangan bahwa semua sudah diatur dan diberikan oleh Tuhan, sehingga kita hanya perlu meminta dan menerima saja. Apapun yang manusia lakukan, seolah-olah tidak ada dampaknya. Tetapi apakah benar demikian? Ketika Mazmur 127:1 mengatakan “Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya;” apakah itu artinya kita cukup berdoa dan Tuhan yang akan membangunkan rumah bagi kita? Tentu tidak! Di satu sisi usaha manusia adalah keniscayaan, sesuatu yang wajib terjadi.

Ekstrim yang berikutnya adalah pandangan yang menganggap tidak ada peran dan manfaat dari Tuhan, yang penting adalah usaha manusia saja. “Buat apa berdoa, buat apa ibadah, toh saya yang harus cari uang untuk makan, sekolah, dan masa depan?” Dan memang, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat mengecoh manusia sehingga merasa bahwa segala sesuatu ada di bawah kendali manusia. Namun pandangan seperti ini sebenarnya adalah arogansi manusia yang lupa bahwa segala upaya manusia memiliki keterbatasannya. Ada hal-hal yang diluar kendali manusia, dan bahwa Allah turut berperan dalam kehidupan.

Kutipan dari Ulangan 8:17-18 di atas, merupakan sebuah pengingat bahwa upaya manusia (kerja), dan pertolongan Tuhan (pengharapan) adalah saling melengkapi. Dalam usaha manusia, Tuhan berkarya! Oleh karena itu, perhatikanlah ungkapan sederhana ini: “Ingat Tuhan, tapi jangan sampai lupa kerja. Dan ingat kerja, tapi jangan sampai lupa Tuhan.”

Tuhan memberkati, Amin!