Categories
Renungan

Renungan Warta – 17 Januari 2021


Yunus (1)

Merespon Badai

“Orang-orang itu menjadi sangat takut kepada TUHAN, lalu mempersembahkan korban sembelihan bagi TUHAN serta mengikrarkan nazar.”

(Yunus 1: 16)


Yunus adalah seorang nabi yang Tuhan panggil untuk pergi ke Niniwe. Namun, ia melarikan diri di atas kapal menuju Tarsis, sehingga Tuhan mendatangkan badai yang hebat. Pada ayat 5 digambarkan: “Awak kapal menjadi takut, masing-masing berteriak-teriak kepada allahnya, dan mereka membuang ke dalam laut segala muatan kapal itu untuk meringankannya.” Badai itu, membuat orang-orang menyadari apa yang penting dalam hidup mereka. Pertama, mereka tersadar bahwa mereka membutuhkan Tuhan dalam kehidupan mereka. Pada saat-saat tidak berdaya seperti itu, manusia disadarkan bahwa kita butuh Tuhan. Dan Kedua, mereka disadarkan apa yang menjadi prioritas. Mana barang yang mereka pegang, dan mana yang harus mereka buang.

Setelah akhirnya badai itu berlalu, kita melihat ada dampak nyata dalam kehidupan orang-orang yang melaluinya. Pertama, mereka menjadi takut pada Tuhan. Demikian juga dengan kita, melalui badai kehidupan, membuat kesadaran dan pengenalan kita kepada Tuhan semakin bertambah dan semakin berserah kepada-Nya. Kedua, mereka mempersembahkan korban. Dampak yang kedua adalah kemampuan untuk bersyukur, mengungkapkan syukur kepada Tuhan, karena berkat pertolongan-Nya kita dapat melalui badai tersebut. Dan ketiga, mengikrarkan nazar. Setelah badai, kita patut memiliki komitmen ke depan, ikrar kehidupan, janji yang akan kita tepati kepada Tuhan. Inilah perubahan-perubahan yang harus terjadi dalam diri orang-orang yang mengalami badai bersama dengan Tuhan.

Setiap kita pasti pernah melalui badai, atau bahkan masih sedang menjalaninya sampai saat ini. Bersama Tuhan, biarlah kita menyadari badai tersebut sebagai proses pembelajaran dan pertumbuhan, agar kita semakin mengenal Dia, bersyukur kepada-Nya, dan berkomitmen lebih lagi untuk Dia. Selamat hari Minggu, Tuhan memberkati. Amin.