Renungan Warta – 13 Desember 2020

Minggu Advent 2

Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.

(Lukas 1: 28b)

Ketika malaikat Gabriel datang menyampaikan berita bahwa Maria akan mengandung dari Roh Kudus, Maria disapa sebagai “yang dikaruniai”. Perhatikan penggunaan kata “dikaruniai” dalam konteks ini: Kita sering mengartikan kata menerima karunia, sebagai menerima suatu berkat, yang menyenangkan, melegakan, menggembirakan. Tetapi disini, Maria menerima karunia dalam bentuk tanggung-jawab yang besar.

Peristiwa Natal adalah karunia besar bagi umat manusia, karena Tuhan mau hadir ke tengah dunia menjadi manusia. Namun Tuhan juga mau memakai kita umat-Nya untuk turut serta terlibat di dalamnya. Seperti Maria diberi panggilan untuk mengandung Anak Allah, demikian juga setiap kita memiliki panggilan khusus yang Tuhan karuniakan kepada kita. Dan Maria menyadari itu sebagai kehendak Allah, sehingga merespon dengan indah: “Sesungguh-nya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.”

Perhatikan 1 Petrus 2: 9 yang berbunyi: “Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung.” Ketika seseorang terpanggil, dan menyadari bahwa pekerjaan pelayanan yang ia lakukan adalah bagian dari kehendak Allah, maka dengan itu ia menjadi karunia bagi sesama-nya. Maka pada masa menyambut Natal ini, marilah kita terpanggil untuk menjadi kasih karunia bagi orang-orang yang ada di sekitar kita. Tuhan memberkati, Amin.