Renungan Warta – 1 November 2020

Jalan Panjang Pemulihan

Pekerjaan Kita Bersama

“Kami siap untuk membangun! Dan dengan sekuat tenaga mereka mulai melakukan pekerjaan yang baik itu”
(Nehemia 2: 18b)

Nehemia mengawali jalan pemulihan tembok Yerusalem dari hati, visi, dan doa. Semua itu kemudian ia terjemahkan ke dalam aksi nyata. Tetapi, sampai dengan saat itu, semua masih berada dalam tangan Nehemia seorang diri. Ya! Belum ada yang tahu mengenai apa yang menjadi rencana mereka ke depan.

Disinilah tantangan seorang pemimpin yang berikutnya. Bagaimana ia bisa membagikan keprihatinan yang Tuhan titipkan ke dalam hatinya, menjadi sebuah keprihatinan dan kepedulian bersama komunitasnya. Perjuangan ini bukanlah sekedar ambisi atau cita-cita pribadi seorang Nehemia, melainkan demi kebaikan dan kesejahteraan bangsanya. Dan oleh karena itu, tidak dapat ia melangkah hanya seorang diri saja. Itulah sebabnya, ia kemudian berbicara kepada umat Israel dan mengajak mereka untuk berkarya bersama.

“Kami siap untuk membangun!” Inilah jawaban tegas yang diberikan umat. Dengan sekuat tenaga mereka melakukan pekerjaan yang baik itu. Dalam Nehemia 3 kita melihat bagaimana keluarga dengan keluarga saling berdampingan bekerja-sama. Orang dengan talenta masing-masing berkontribusi dalam pembangunan itu. Demikianlah gambaran indah kehidupan kita juga sebagai sebuah jemaat: ketika kita bersedia berdampingan bekerja-sama membangun kehidupan yang lebih baik. Inilah doa kita bersama bagi kehidupan persekutuan dalam gereja kita. Tuhan memberkati, Amin.