Kategori
Renungan

Percaya Janji Tuhan


Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui.

(Ibrani 11:8)


Dalam beberapa minggu ini kita akan mengulas perjalanan hidup seorang Abraham. Julukan Abraham adalah ‘bapa orang beriman’, dan itulah arti dari nama Abram (Bapa) / Abraham (Bapa orang banyak). Karena iman nya, Abraham mentaati Tuhan ketika diperintahkan untuk pergi dari negerinya, meninggalkan sanak-saudara dan rumah bapanya menuju tanah perjanjian yang ia belum ketahui sama sekali sebelumnya.

Abram sebenarnya berada dalam posisi yang sudah nyaman dengan kekayaan yang baik, di usianya yang 75 ia mewarisi rumah-tangga bapanya (Terah) yang baru saja meninggal dunia. Tetapi Tuhan memanggilnya untuk sebuah rencana berkat. Dan Abraham meninggalkan semua itu, karena ia percaya pada janji Tuhan. Tuhan punya rencana yang indah bagi Abraham, dan Abraham percaya sepenuhnya kepada firman Tuhan. Iman percayanya itulah yang menggerakkan dia untuk bertindak nyata, walaupun tidak ada jaminan/garansi manusiawi yang bisa ia pegang.

Demikianlah cerminan hidup beriman, yaitu ketika kita memiliki iman percaya bahwa Tuhan punya rencana yang indah bagi setiap kita. Bentuk janji itu akan unik dan berbeda dari pribadi ke pribadi, sehingga kita tidak bisa sekedar menuntut atau mengharapkan hal yang sama seperti yang diterima oleh Abraham. Tidak semua orang akan menemukan ‘jodoh’nya, tidak semua orang bisa memiliki keturunan secara biologis, tidak semua orang dapat mengalami kesembuhan secara mujizat. Tetapi itu bukanlah akar masalahnya apabila kita menyadari janji Tuhan untuk kita itu unik dan berbeda untuk setiap orang. Yang terpenting adalah: apakah anda percaya Tuhan punya rancangan damai sejahtera yang indah untuk anda? Selamat melangkah dalam iman! Tuhan Yesus memberkati. Amin.