Kategori
Renungan Warta

Membawa Anak Kepada Tuhan


(Matius 19: 13-15)


Kita sering melihat foto-foto keluarga dengan pose anak-anak yang lucu dan menggemaskan. Namun kenyataannya, kita tahu bahwa merawat dan mendidik anak tidak pernah semudah dan seindah kelihatannya. Dibutuhkan kesabaran ekstra, tanggung-jawab, dan ketegasan yang cukup agar tugas itu bisa berhasil dilakukan.

Apa yang anda lakukan ketika anak anda malas bersekolah? Atau ketika ia menolak untuk makan/minum? Atau ketika mereka takut dan tidak mau pergi ke dokter gigi? Bukankah ada kalanya sebagai orang-tua kita harus memaksa mereka melakukan hal-hal yang kita tahu demi kebaikan mereka sendiri?

Kalau kita sangat memperhatikan kebutuhan fisik/biologis anak-anak kita, pendidikan (sekolah, kursus, dll), emosional (rekreasi, playdate, dll), lalu bagaimakah kita memberi prioritas bagi pertumbuhan spiritualitas mereka?

“Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus,
supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan mendoakan mereka.”

Dalam Matius 19 kita melihat sosok orang-tua yang dengan sengaja mengusahakan agar anak-anak mereka berjumpa dengan Yesus. Mereka menyadari bahwa anak-anak mereka membutuhkan berkat dan doa dari Yesus, mereka ingin agar anak-anak menyadari keterlibatan Tuhan dalam kehidupan mereka. Ini adalah pilihan yang pada awalnya dibuatkan oleh orang-tua kepada anak-anak mereka: Iman! Sesuatu yang ditanamkan sejak dini oleh orang-tua bagi anak-anak mereka, agar ketika mereka dewasa nantinya dapat menetapkan lebih mantap pilihan mereka sendiri, untuk mengikut Tuhan Yesus.

Inilah tanggung-jawab kita sebagai orang-tua. Seperti yang dilakukan Yosua (Yosua 24:15), yang dengan tegas menyatakan: “Aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!” Mulai dari hal-hal yang sederhana, mengajarkan mereka berdoa, membawa mereka ke gereja, memperdengarkan Firman Tuhan di tengah-tengah ruang kehidupan keluarga kita. Biarlah kita sebagai orang-tua dapat memiliki kemantapan hati untuk membawa, memperkenalkan, dan mendidik anak-anak kita agar bertumbuh dalam Tuhan!