Kategori
Renungan

Kristus Yang Naik Memperlengkapi dan Mengutus


“Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga. Mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita.”

(Lukas 24: 51-52)


Perpisahan seringkali membawa kesedihan yang sangat mendalam, khususnya bagi mereka yang memiliki hubungan sangat erat. Namun dalam peristiwa kenaikan Tuhan Yesus ke sorga, kita melihat para murid justru menyikapi perpisahan itu dengan respon: sangat bersukacita! Darimana sukacita itu? Pertama-tama kita harus memahami sukacita itu bukanlah sebuah reaksi kekanak-kanakan. Seperti ketika anak senang apabila ditinggal pergi orang-tua, karena dengan demikian mereka memiliki kebebasan untuk bermain atau melakukan hal yang mereka sukai. Tidak! Sukacita para murid bukanlah seperti itu.

Sukacita para murid, adalah sukacita yang terjadi karena momen kenaikan Tuhan Yesus, dalam perpisahan itu, para murid mengalami peningkatan status. Ibarat seorang anak yang selama ini mengemudikan Learners plate, yang selalu harus didampingi ketika mengemudi. Kini, Tuhan mempercayakan mereka untuk mengemban tanggung-jawab misi, tanpa kehadiran-Nya secara langsung di sisi mereka. Dengan perpisahan itu, para murid telah “naik tingkat” untuk menjalankan peran dan tujuan yang Tuhan tetapkan.

Ketika banyak lembaga dan organisasi besar menjadi hancur berantakan, ketika ditinggal pergi oleh sosok pimpinan, atau tokoh pendirinya. Kita melihat kekristenan justru bertumbuh dan berkembang pesat di bawah pelayanan para murid-murid Yesus. Inilah yang Tuhan Yesus rancangkan terjadi melalui perpisahan-Nya di saat kenaikan. Ketika Ia melepaskan genggaman, dan mempercayakan para murid untuk menjalankan misi-Nya. Demikian juga dengan kita sebagai para murid-Nya, kepada kita jugalah Tuhan mempercayakan peran dan tanggung-jawab pelayanan misi-Nya itu. Maukah kita mempersiapkan diri untuk diperlengkapi menjadi hamba-Nya? Tuhan memberkati. Amin.