Kategori
Renungan

Jangan Menoleh Ke Belakang


“Tetapi isteri Lot, yang berjalan mengikutnya, menoleh ke belakang,
lalu menjadi tiang garam.”

(Kejadian19:26)


Alangkah tragis peristiwa yang menimpa isteri Lot, ketika dirinya sebenarnya hampir diselamatkan, sudah ditarik keluar dari rencana kehancuran, namun gagal untuk tiba di tempat aman hanya karena ia menoleh ke belakang. Mengapa menjadi begitu penting untuk tidak menoleh ke belakang?

1. Tanda ketidak-relaan untuk berpisah. Ada kalanya kita harus meninggalkan hal-hal yang toxic dalam hidup ini, entah itu kebiasaan buruk, pergaulan yang salah, atau lingkungan yang tidak kondusif. Tentu tidak mudah, karena seringkali kita sudah nyaman dan terbiasa dengan semua itu. Namun untuk sebuah perubahan, Tuhan meminta Lot dan keluarganya untuk merelakan dan meninggalkan semua yang salah itu.

2. Untuk melangkah maju, kita perlu menghadap ke depan. Keluarga Lot berlambat-lambat meninggalkan Sodom, dan isteri Lot menoleh ke belakang. Mereka enggan melangkah maju ke tempat yang Tuhan tentukan bagi mereka. “Arahkan pandanganmu ke tempat yang hendak kamu tuju”, itulah instruksi yang akan diberikan kepada pengemudi baru. Sebagaimana mengemudi, anda hanya menoleh ke belakang apabila anda ingin bergerak mundur. Apakah anda ingin mundur, atau maju dalam langkah kehidupan ini?

3. Fokuslah pada rencana keselamatan yang Tuhan berikan bagi anda, bukan pada rancangan yang anda miliki tentang kehidupan anda. Kepada Lot dan keluarganya, Tuhan telah menyampaikan rencana-Nya. Kegagalan terbesar isteri Lot adalah, ia lebih memilih untuk mengarahkan pandangannya kepada rancangan-rancangan kehidupan yang pernah ia buat bagi dirinya sendiri, ketimbang rancangan Tuhan. Dan pada akhirnya, ia kehilangan semuanya.

Marilah kita mampu mengarahkan pandangan kita ke depan, kemana Firman Tuhan menuntun kita, dan bukan menoleh kepada dosa yang ada di belakang kita. Selamat hari Minggu, Tuhan memberkati. Amin.