Kategori
Renungan

Iman Yang Terpancar


Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat! Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.

(Filipi 4: 4-7)


Siapa yang dapat menyembunyikan sukacita? Ketika hati kita dipenuhi dengan kebahagiaan, maka wajah dan gerak-gerik kita akan memancarkan kegembiraan itu kepada dunia. Demikian juga dengan kebaikan hati. Hati yang dipenuhi dengan kebaikan, akan dirasakan oleh orang-orang yang bersentuhan dengannya.

Sebagai orang Kristen, ada begitu banyak alasan untuk merasakan sukacita. Mengapa? Karena kita mensyukuri kasih Allah yang besar bagi manusia. Ia hadir dan menyapa kehidupan kita dengan lahir ke tengah-tengah dunia. Kehadiran-Nya membawa pengharapan bagi dunia yang dipenuhi dengan ratapan. Kelahiran-Nya memberi kedamaian untuk dunia yang dicekam ketakutan. Ia mati untuk menebus dosa kita, dan Ia bangkit mengalahkan kuasa maut untuk kita. Alangkah banyak alasan untuk bersukacita!

Ada beberapa hal yang tanpa kita sadari dapat membuat pancaran iman kita menjadi redup! Alih-alih bersukacita dan membuat kebaikan hati kita terlihat, hidup kita dapat dikendalikan oleh hal-hal lain. Mari kita periksa diri:

  1. Apakah kita dikuasai ketakutan dan kekuatiran? Ketika hidup dikuasai oleh rasa takut, maka kita menjadi terbelenggu. Orang yang demikian kata-kata dan pikirannya diisi dengan keluhan dan sungut-sungut. Akibatnya, kita kehabisan energi untuk bersukacita dan bersyukur. Inilah sebabnya Firman Tuhan mengingatkan kita sampai dua kali: Bersukacitalah di dalam Tuhan! Karena di dalam Tuhan ada pengharapan, ada pertolongan, ada kekuatan yang memampukan kita menghadapi masalah dan kekuatiran sebesar apapun juga.
  2. Apakah kita berserah kepada Tuhan? Kita perlu menyadari bahwa Tuhan bekerja melalui hal-hal yang melampaui akal pikiran kita. Barangkali yang kita minta tidaklah Tuhan berikan, bukan karena Tuhan tidak menjawab doa-doa kita, namun sebenarnya karena Tuhan punya cara dan jalan lain yang lebih baik daripada yang kita mintakan kepada-Nya. Inilah sebabnya Firman Tuhan mengingatkan kepada kita, yaitu: “Damai sejahtera Allah yang melampaui segala akal!” Kasih Tuhan bekerja melalui cara dan jalan yang lebih hebat dan lebih luar biasa daripada yang dapat kita pikirkan. Oleh karena itu, berserahlah kepada-Nya.

Ketika kita menjalani hidup dengan hati yang bersyukur dan berserah di dalam Tuhan, maka hidup kita akan memancarkan terang Kristus! Tuhan Yesus memberkati. Amin.