Kategori
Renungan

Bertumbuh Dalam Iman


“Tetapi Samuel yang muda itu, semakin besar dan semakin disukai, baik di hadapan TUHAN maupun di hadapan manusia.”

(1 Samuel 2: 26)


Adalah harapan kita semua, bahwa hidup akan mengalami pertumbuhan. Baik itu untuk anak, keluarga, karier, gereja, atau bangsa negara: kita merindukan itu menjadi semakin baik dan disukai oleh Tuhan dan sesama. Namun bagaimana kita bisa mendapatkan pertumbuhan yang baik itu? Tidak ada satu resep yang berlaku untuk semua, tetapi kita bisa menyadari faktor-faktor penunjang yang berperan di dalamnya.

Diri Sendiri: “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.” (Efesus 2:10) Dalam setiap kita ada potensi untuk melakukan yang baik itu, yang Tuhan sudah persiapkan sebelumnya. Oleh karena itu, jangan salahkan keadaan atau orang lain, melainkan kembangkanlah dirimu.

Keluarga: Walaupun Samuel dititipkan kepada imam Eli, namun Hana dan Elkana sebagai orang-tua tidak lepas tangan begitu saja. Mereka rutin mengunjungi dan memberi dukungan kepada Samuel. Keluarga menjadi tempat dimana anak-anak boleh mendapat teladan yang terbaik, yang mungkin tidak akan dapat mereka temukan di dunia luar.

Mentor: Selain keluarga terdekat, kehadiran mentor-mentor dalam kehidupan juga penting. Seperti Samuel yang diajarkan oleh imam Eli untuk merespon terhadap panggilan Tuhan. Akan selalu ada orang-orang yang dapat berbagi hikmat dan kepekaan terhadap nilai-nilai kehidupan yang dapat memperkaya kedewasaan kita. Kita menemukan mereka dalam sosok-sosok pribadi yang kita tuakan, hormati, dan segani di tengah kehidupan kita.

Kita berdoa, kiranya Gereja Tuhan boleh menjadi tempat dimana diri pribadi kita, bersama-sama sebagai satu keluarga Tuhan, semakin bertumbuh bersama-sama di dalam Tuhan. Tuhan berkati kehidupan jemaat ini agar boleh menjadi tempat pertumbuhan. Amin.