Kategori
Renungan

Berani Hidup Beda


“Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya. Maka Allah mengaruniakan kepada Daniel kasih dan sayang dari pemimpin pegawai istana itu;”

Daniel 1: 8-9


Ketika Babel menaklukkan Yehuda, mereka mengambil orang-orang muda yang baik secara perawakan maupun akal budi untuk bekerja pada istana raja Nebukadnezar. Daniel adalah salah satunya. Walaupun raja meminta agar mereka semua diberi makan dan minum anggur dari dapur raja, namun Daniel dan kawan-kawan berketetapan untuk tidak mencemarkan diri dengan pola hidup bangsa Babel itu. Seperti Daniel, kita pun sebagai umat Tuhan diajak untuk memiliki ketetapan hati yang tidak mau sekedar ikut arus dunia. Berani hidup berbeda, dan bahkan memberi pengaruh yang baik seperti garam dan terang di tengah dunia. Bagaimanakah kita bisa hidup berbeda dari dunia?

Secara sederhana, kita pakai ungkapan /permainan kata: kita butuh KENDI, yang berisi JARI, JAMU, dan JATI. Kendi artinya kendali diri. Seperti sebuah kapal, yang tidak sekedar diombang-ambing gelombang, maka kita butuh jangkar dan kemudi agar kita tetap teguh dan berada pada jalan yang benar. Kendali diri itu, secara sederhana dapat kita terapkan dengan:

JARI, yaitu Jaga Diri. Seperti domba ditengah serigala, demikian umat Kristen mendapatkan dirinya di tengah gempuran lifestyle dan pengaruh yang destruktif dalam kehidupan di dunia. Menjaga diri agar kita tahu mana yang baik dan benar dalam hikmat Tuhan.

JAMU, yaitu Jaga Mulut. Amat disayangkan bahwa masyarakat sekarang ini gemar sekali memanfaatkan mulutnya untuk hal-hal negatif. Swearing, bad mouthing, dan lain sebagainya. Bukankah itu seperti sebuah penyakit sosial yang mudah kita temui di pergaulan? Mampukah kita menjaga agar mulut kita mengeluarkan yang baik, seturut dengan hati yang baik.

JATI, yaitu Jaga Hati. Emosi, perasaan, dan desire seringkali menguasai hati manusia, sehingga perilaku dan pilihan yang mereka ambil tidak sejalan dengan kehendak Tuhan. Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan (Amsal 4:23).

Di tengah dunia yang merindukan kehadiran keteladanan kasih dan nilai-nilai baik, biarlah melalui kendali diri para pengikut Kristus, dunia boleh mendapatkan kesegaran baru yang menuntun mereka kepada keselamatan. Tuhan Sang Kepala Gereja memampukan kita. Selamat hari Minggu, Amin.