Kategori
Renungan

Allah Yang Perkasa


Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: “Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?”

(Markus 4:38)


Ketika Tuhan ada dalam ‘perahu’ kehidupan kita, maka tentunya kita merasa tenang dan aman. Demikian juga yang ada dalam benak para murid, ketika Tuhan Yesus berada dalam perahu bersama-sama dengan mereka. Namun kemudian, cuaca berubah: taufan dahsyat mengamuk dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu mereka mulai penuh dengan air. Krisis! Dan ditengah krisis itu, para murid menjadi panik. Mereka menghardik Yesus: “Guru, Engkau tidak peduli kalau kita binasa?”

Sebagai pengikut Kristus, kita pun dapat mengalami krisis-krisis yang demikian. Ketika masalah begitu besar dan hebat bertubi-tubi menggempur, sehingga kita nyaris tenggelam. Dan di saat-saat seperti itu kita mencari Tuhan. Namun seolah-olah Tuhan diam saja. Seperti para murid pada saat itu, barangkali ada juga di antara kita yang merasa: Tuhan tidak peduli. Mengapakah Allah yang perkasa, justru tampak diam saja?

Dalam 1 Korintus 10: 13 Firman Tuhan berkata: “Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melampaui kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya.” Ketika Tuhan belum bertindak, itu adalah sebuah pertanda bahwa apa yang kita alami, masih ada dalam kapasitas kekuatan dan tanggung-jawab yang Tuhan percayakan kepada kita. Namun ketika masalah itu melebihi kekuatan kita, maka Tuhan akan bertindak “tepat pada waktu-Nya”.

Dan benar, Tuhan Yesus hanya menghardik angin dan berkata kepada danau itu: Diam! Tenanglah!. Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali. Problem yang sepertinya begitu besar, hidup-mati taruhannya, dengan sekejap Tuhan redakan, karena Ia adalah Allah yang perkasa. Oleh karena itu, janganlah takut dalam menghadapi badai-badai kehidupan ini. Hardiklah angin badainya, jangan hardik Tuhan-nya. Tuhan memberkati. Amin.