Renungan Warta – 8 September 2019

sHare: HELP

“Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu!
Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.”
(Galatia 6: 2)

Berbagi pertolongan! Itulah hal kedua yang menjadi penekanan dalam tema SHARE di bulan keluarga ini. Sebagai manusia, kita membanggakan diri akan kemampuan untuk mandiri dalam berbagai hal. Kita mencoba, kita berusaha, kita berjuang, agar kita sanggup melakukan segala sesuatu tanpa membutuhkan pertolongan orang lain. Itu baik! Karena kalau seseorang sedikit-sedikit meminta tolong, barangkali itu merupakan tanda kemalasan, atau sikap manja yang berlebihan.

Namun, kita juga menyadari bahwa dalam hidup ini, ada saat-saat dimana kita tidak berdaya. Ada momen ketika kita sungguh membutuhkan pertolongan dari pihak luar. Dan di saat seperti inilah, kita sebagai persekutuan gereja dipanggil oleh Tuhan untuk menjadi komunitas yang saling menolong! Benarlah kata pepatah, a friend in need, is a friend indeed!

Kisah dalam injil Markus 2: 1-12 menunjukkan kepada kita sebuah contoh bagaimana sekelompok orang mau berbagi pertolongan kepada saudaranya yang membutuhkan. Apa yang dapat kita petik dari kisah tersebut?

Menolong itu tidak gampang

Kita membaca, bagaimana demi menolong rekannya yang lumpuh, orang-orang tersebut harus menggotong, mencari jalan, bahkan membuka dan menurunkan dari atas atap! Barangkali lebih gampang untuk pura-pura tidak tahu, atau mendiamkan saja keadaan. “Toh akan ada orang lain yang bisa menolongnya,” barangkali itu yang kita ucapkan dalam hati. Sudah niat menolong, malah dipersulit, orang-orang tidak kooperatif, jalan tertutup, rasanya lebih baik menyerah dan mundur saja! Namun kita melihat bagaimana ketika kita mau menolong dengan kesungguhan dan sampai tuntas, Tuhan memberkati dengan luar biasa.

Menolong itu manifestasi iman

Ketika Yesus melihat iman mereka, …” Menolong orang adalah tindakan dimana iman diubah menjadi tindakan! Dan ketika Tuhan melihat iman itu, maka Ia memberkatinya dengan kesembuhan bagi orang yang ditolong. Namun bukan hanya Tuhan, orang banyak yang melihat tindakan itu pun terberkati dan dalam kekaguman mereka berkata: “Yang begini belum pernah kita lihat!” Ada kesaksian tentang kasih dan kuasa Tuhan Yesus di dalam tindakan pertolongan yang kita bisa berikan kepada orang di sekitar kita.

Menolong itu tanpa pamrih

Kalau kita membaca kisah ini, maka kita melihat betapa melelahkan jerih payah yang mereka tempuh demi rekannya yang lumpuh. Mereka yang paling repot, mereka yang paling berkeringat, mereka yang paling kecapekan. Tetapi siapa yang mendapat berkat terbesar? Ternyata, bukan mereka! Rekan mereka yang lumpuh yang paling merasakan manfaat dari segala upaya tersebut. Demikian pula hakekat dari menolong, itu bukanlah tindakan yang ditujukan untuk mendapat manfaat pribadi, apalagi keuntungan diri. Pertolongan kita beri semata-mata demi kebaikan orang-orang yang kita layani. Namun dampak terbesar dari semua itu adalah, di dalam tindakan menolong, nama Tuhan semakin dipermuliakan!

Mari kita semakin giat berbagi pertolongan!