Renungan Warta – 13 Oktober 2019

Usahakanlah Kesejahteraan Kota

Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.
(Yeremia 29: 7)

Beberapa bulan terakhir kita mendengar berita tentang gejolak politik di Hongkong. Massa berjumlah besar berdemonstrasi menentang kebijakan ekstradisi dengan China yang dapat merusak demokrasi di negara tersebut. Di Australia kita juga mendengar berita demonstrasi menuntut agar ada tindakan nyata yang lebih dari pemerintah untuk merespon ancaman kerusakan lingkungan hidup. Di Indonesia kita mendengar berita tentang demonstrasi tentang produk perundang-undangan yang dipandang dapat menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat.

Dari begitu banyak berita seputar politik, sebuah pertanyaan yang kemudian muncul adalah: Lalu dimana suara kita sebagai orang Kristen? Dimanakah posisi gereja terhadap isu-isu publik seperti itu? Seperti kalimat-kalimat diatas, terhadap isu-isu publik yang mempengaruhi kehidupan masyarakat luas betapa sering sikap kita sebagai gereja hanya berhenti pada ‘mendengar’, dan belum ikut terlibat secara nyata.

Lebih sering gereja tidak mempersiapkan warga jemaatnya untuk ikut terlibat dalam karya nyata di ruang publik. Gereja sangat giat dalam mendorong umat untuk berdoa, beribadah, melayani dalam kebaktian, bermusik, ber-saat teduh, membaca Alkitab; namun untuk terlibat lebih jauh di dunia sosial? Kita masih ketinggalan dalam hal ini. Peribadahan gereja seringkali dirancang untuk membangun kesalehan yang bersifat personal, namun sering melupakan kesalehan sosial.

Yeremia 29 merupakan surat yang diberikan kepada umat di pembuangan, yang mengingatkan mereka untuk turut memberkati kehidupan kota dimana mereka berada. Umat dipanggil untuk menjadi garam dan terang dalam dunia; di ruang publik, terhadap isu-isu kemasyarakatan seperti: isu lingkungan hidup, korupsi, keadilan, hak asasi manusia, keserakahan kapitalisme, dan banyak lagi. Semua itu bukan pekerjaan untuk Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) semata, tetapi juga merupakan panggilan bagi kita sebagai pengikut Kristus.

Mari kita mencari dan menemukan cara untuk memberi kontribusi lebih bagi kehidupan berbangsa dan bermasyarakat dimanapun Tuhan telah menempatkan kita! Tuhan memberkati, Amin.