Indonesian congregation within the UCA in Western Australia
(+618) 93378878

Sunday Service

GKI Perth kini telah melangsungkan kebaktian kedua sejak awal Maret  2012 lalu.

Dimulai pada pukul 12.30 setiap minggunya, kebaktian yang dilayani dalam bahasa Inggris ini memiliki format yang sama dengan kebaktian pertama.

Sunday Service bertujuan untuk melayani jemaat Indonesia yang lebih fasih berbahasa Inggris dikarenakan telah lama tumbuh di Perth, mixed-marriage couple dan masyarakat sekitar gereja diluar orang Indonesia yang lebih nyaman beribadah dalam bahasa Inggris.

Selain itu, guru sekolah minggu yang melayani dalam waktu yang bersamaan dengan kebaktian pertama, dapat mengikuti ibadah kedua ini.

Sejak pertama kali diadakan, Sunday Service telah mendapat respons yang cukup baik dari jemaat, khususnya guru sekolah minggu.

Namun demikian halnya, beberapa kendala masih sering dihadapi.

Penatua Albert Ishak mengungkapkan, jumlah jemaat yang hadir dan petugas kebaktian menjadi perhatian utama.

“Jumlah jemaat kurang banyak dan mungkin lebih baik jika lebih banyak yang mau melayani di ibadah kedua,” tuturnya.

Dalam beberapa waktu kedepan, Sunday Service diharapkan dapat melayani jemaat dalam jumlah yang lebih banyak.

 

 

 

Prisma Kinanti

Camp PPR 2012

Persekutuan Pemuda Remaja (PPR) baru saja mengadakan camp tahunan pada 23-25 Maret lalu.

Dengan tema yang berbeda setiap tahunnya, Camp PPR mengangkat ‘We Are Family’ sebagai tema tahun ini.

Bertempat di Camp Wattle Grove,  Armadale, camp yang diikuti oleh sekitar 30 orang ini bertujuan untuk membangun kedekatan antar anggota PPR sebagai bagian dari keluarga Allah.

“Tujuan camp kali ini untuk menumbuhkan rasa kekeluargaan dan saling memiliki, terkhusus anggota PPR.  Tetapi juga untuk belajar lebih dalam makna keluarga Allah dan ketika kita menjadi bagian di dalamnya,” tutur Devina, pembina Camp PPR 2012.

Walaupun jumlah peserta camp tahun ini terbilang jauh lebih sedikit dibandingkan tahun-

tahun sebelumnya, namun demikian tidak mengurangi semangat mereka.

Camp PPR Tree

Camp PPR Tree

Antusiasme tersebut dapat dilihat dari keikutsertaan peserta di setiap session dan games yang diadakan.

Sesuai dengan tema ‘We Are Family’, pohon menjadi icon camp yang merepresentasikan keluarga Allah.

“Walaupun tidak terlalu banyak yang datang, tapi pohon yang ada represents what had happened in camp, dan kita berharap setelah camp pun bisa terus bertumbuh,” tambah Devina.

Disisi lain, Camp PPR meninggalkan kesan tersendiri bagi setiap pesertanya. Seperti Kezia, yang baru tinggal beberapa minggu di Perth, merasakan kehangatan keluarga lewat kebersamaan di camp pertamanya ini.

“Saya senang bisa ikut Camp PPR. Suatu kesempatan untuk lebih kenal dan dekat sama anak-anak PPR lainnya. Setelah ikut camp, saya merasa jadi punya keluarga baru disini. Merupakan sebuah pengalaman juga bagi saya untuk bisa ikut Camp PPR ini, karena nuansanya berbeda dengan retreat di Indo. Saya juga mendapat pelajaran rohani yang berharga selama camp.  Walau jauh dari rumah dan orang tua, tapi saya tetap mendapat makanan rohani disini,” ujarnya.

Dengan persiapan yang berlangsung selama kurang lebih 4 bulan, acara demi acara berlangsung dengan lancar.

Keterlibatan para peserta juga turut mendukung kesuksesan camp PPR kali ini.

 

Peserta Camp PPR 2012

 Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang,  melainkan kawan sewargadari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga  Allah. – Efesus 2:19

 

 

Prisma Kinanti